Cara Teuku Ryan Lepas Kangen dengan Putrinya: Peluk dan Ajak Bermain
Hiburan

Cara Teuku Ryan Lepas Kangen dengan Putrinya: Peluk dan Ajak Bermain

Teuku Ryan, aktor Indonesia yang dikenal lewat berbagai sinetron, pernah menjalani perpisahan sementara dengan putrinya, Cut Raifa Aramoana atau Moana. Setelah bepergian ke luar negeri selama 15 hari untuk urusan pekerjaan, ia langsung merasakan gelombang rindu yang kuat. Begitu bertemu lagi, Moana berlari memeluk ayahnya dengan penuh sukacita. Ryan pun bahagia luar biasa dan langsung memeluk erat anaknya serta mengajaknya bermain tanpa henti. Cara Teuku Ryan lepas kangen dengan putrinya ini menjadi inspirasi banyak orang tua, terutama yang menjalani co-parenting pasca perceraian.

Ryan dan Ria Ricis resmi bercerai pada Mei 2024. Meski begitu, Ryan tetap berkomitmen menjaga kedekatan dengan Moana. Ia rutin memberikan nafkah dan berusaha luangkan waktu berkualitas. Pendekatan sederhana Ryan—peluk terus dan ajak main terus—terbukti efektif melepaskan rindu sekaligus memperkuat ikatan ayah-anak. Pendekatan ini juga selaras dengan prinsip psikologi perkembangan anak yang menekankan sentuhan fisik dan interaksi positif.

Artikel ini membahas langkah-langkah praktis cara Teuku Ryan lepas kangen dengan putrinya. Anda bisa menerapkannya dalam situasi sehari-hari, baik bagi ayah yang sibuk kerja maupun orang tua yang menjalani co-parenting.

Memahami Rasa Kangen Ayah terhadap Anaknya

Rasa kangen muncul alami ketika orang tua berpisah dari anak, apalagi setelah perceraian. Ryan merasakannya saat bepergian 15 hari. Ia mengaku senang luar biasa saat Moana langsung memeluknya. Emosi ini normal dan menunjukkan ikatan yang kuat.

Psikolog menyebut kangen sebagai sinyal kebutuhan emosional. Anak kecil seperti Moana (usia sekitar 3-4 tahun pada 2026) juga merasakan hal serupa. Mereka mudah gelisah jika ayah jarang hadir. Oleh karena itu, orang tua perlu mengenali tanda-tanda ini sejak dini.

Kangen yang tidak ditangani bisa memengaruhi perkembangan emosional anak. Anak mungkin menjadi lebih clingy atau menarik diri. Ryan menghindari masalah ini dengan segera menciptakan momen reconnect saat bertemu Moana. Ia memprioritaskan kehadiran fisik dan emosional.

Langkah Pertama: Peluk Erat untuk Melepaskan Emosi Positif

Ryan langsung memeluk Moana begitu bertemu. Ia menyebutkan momen itu membuatnya “bahagia banget”. Pelukan bukan sekadar gesture; ia melepaskan hormon oksitosin yang disebut “hormon cinta”. Hormon ini mengurangi stres, menurunkan detak jantung, dan meningkatkan rasa aman.

Manfaat Pelukan bagi Anak dan Ayah

Pelukan rutin membantu anak merasa dicintai. Penelitian menunjukkan anak yang sering dipeluk memiliki tingkat kecemasan lebih rendah. Bagi ayah seperti Ryan, pelukan juga mengurangi rasa bersalah karena perpisahan kerja atau situasi perceraian.

Peluk dengan lembut namun erat. Biarkan anak memimpin durasinya. Ryan membiarkan Moana memeluk lebih lama setelah 15 hari berpisah. Hindari memaksa jika anak sedang tidak mood.

Cara Peluk yang Tepat dan Aman

Pastikan pelukan nyaman bagi anak. Posisikan di level mata anak agar lebih personal. Gabungkan dengan kata-kata afirmasi seperti “Papa kangen banget sama kamu”. Ryan menerapkan ini secara alami, sehingga Moana merasa hangat dan aman.

Langkah Kedua: Ajak Main Terus untuk Membangun Kenangan Bahagia

Ryan mengatakan, “Enggak ada cara khusus, pokoknya saya peluk terus, saya ajak main terus.” Setelah pelukan, ia langsung mengajak Moana bermain tanpa jeda panjang. Aktivitas ini membantu melepaskan energi rindu sekaligus menciptakan ikatan baru.

Mengapa Bermain Efektif Melepaskan Kangen

Bermain meningkatkan dopamin, hormon kebahagiaan. Anak fokus pada kesenangan saat ini, bukan pada perpisahan sebelumnya. Ryan sering bermain di mall atau rumah, di mana Moana terlihat mencari keberadaan papanya saat asyik bermain. Ini menunjukkan kedekatan alami mereka.

Ide Aktivitas Bermain Sederhana tapi Bermakna

Pilih permainan sesuai usia anak. Untuk balita seperti Moana, coba main bola, puzzle, atau role-play. Ryan mengikuti keinginan Moana, seperti bermain boneka atau mengejar di taman. Aktivitas fisik ini juga membakar energi berlebih akibat kangen.

Gabungkan bermain dengan obrolan. Tanyakan “Hari ini Moana mau main apa sama Papa?” Ini membuat anak merasa dihargai dan didengar.

Langkah Ketiga: Luangkan Waktu Berkualitas Secara Rutin

Meski sibuk sebagai aktor, Ryan selalu berusaha bertemu Moana secara rutin. Ia memberikan nafkah secara konsisten dan memastikan jadwal pertemuan jelas. Konsistensi ini membangun rasa aman bagi anak.

Membuat Jadwal yang Fleksibel

Diskusikan jadwal dengan mantan pasangan. Ryan menjaga komunikasi baik demi Moana. Pilih waktu yang tidak mengganggu rutinitas anak, seperti akhir pekan atau sore hari.

Kualitas Lebih Penting daripada Kuantitas

Meski hanya beberapa jam, fokus penuh pada anak. Matikan ponsel dan hindari distraksi. Ryan menerapkan ini saat reuni setelah 15 hari berpisah; ia sepenuhnya hadir untuk Moana.

Langkah Keempat: Jaga Komunikasi dalam Co-Parenting

Co-parenting sukses membutuhkan komunikasi terbuka antara orang tua. Ryan dan Ricis sepakat memprioritaskan Moana meski sudah bercerai. Mereka menghindari konflik di depan anak.

Tips Komunikasi Efektif

Gunakan aplikasi khusus co-parenting jika diperlukan. Bahas hanya hal-hal terkait anak: kesehatan, pendidikan, dan jadwal. Hindari topik pribadi yang bisa memicu pertengkaran.

Menghindari Parental Alienation

Jangan menjelekkan mantan di depan anak. Ryan fokus pada peran positifnya sebagai ayah. Ini membantu Moana mencintai kedua orang tuanya tanpa merasa terbelah.

Langkah Kelima: Perhatikan Tanda Emosional Anak dan Berikan Dukungan

Anak kecil sulit mengungkapkan kangen secara verbal. Perhatikan perubahan perilaku seperti lebih rewel, sulit tidur, atau menempel terus pada orang tua.

Cara Mendeteksi dan Menangani

Dengarkan curhatan anak dengan sabar. Ryan selalu memberi ruang bagi Moana bercerita. Jika anak menunjukkan tanda trauma, konsultasikan psikolog anak.

Memberikan Dukungan Emosional

Validasi perasaan anak: “Papa tahu kamu kangen, Papa juga kangen.” Peluk dan main bersama seperti yang dilakukan Ryan membantu memulihkan rasa aman.

Langkah Keenam: Berikan Nafkah Emosional dan Materi Secara Konsisten

Ryan rutin memberikan nafkah materi dan tetap hadir secara emosional. Konsistensi ini menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap anak.

Nafkah Emosional Lebih Penting

Ucapkan kata sayang setiap hari, meski via video call. Kirim foto atau cerita lucu untuk menjaga koneksi saat berjauhan.

Langkah Ketujuh: Ide Aktivitas Bonding yang Lebih Variatif

Selain peluk dan main biasa, coba aktivitas baru. Ryan sering bermain di luar rumah agar Moana mendapat pengalaman baru.

Aktivitas di Luar Ruangan

Main pasir, bersepeda, atau piknik sederhana. Aktivitas ini meningkatkan ikatan melalui petualangan bersama.

Aktivitas Kreatif di Rumah

Membuat kerajinan, memasak bersama, atau membaca buku cerita sebelum tidur. Ryan mengikuti minat Moana untuk membuat sesi bermain lebih menyenangkan.

Langkah Kedelapan: Pantau Perkembangan dan Sesuaikan Pendekatan

Evaluasi secara berkala. Perhatikan apakah anak semakin bahagia dan percaya diri setelah bonding rutin.

Kapan Mencari Bantuan Profesional

Jika kangen berlanjut menjadi kecemasan berat, konsultasikan psikolog. Ryan menekankan pentingnya kesehatan mental anak dalam berbagai kesempatan.

Cara Teuku Ryan lepas kangen dengan putrinya menunjukkan bahwa pendekatan sederhana—peluk erat dan ajak main terus—sangat efektif. Gabungkan dengan komunikasi baik dalam co-parenting, konsistensi waktu, dan perhatian emosional. Hasilnya, ikatan ayah-anak tetap kuat meski ada jarak atau perubahan status keluarga.

Terapkan langkah-langkah ini secara bertahap. Mulai dari pelukan hangat dan sesi bermain singkat, lalu bangun kebiasaan rutin. Anak Anda akan merasa lebih aman, bahagia, dan terhubung dengan orang tua.

Cara Teuku Ryan lepas kangen dengan putrinya mengajarkan bahwa kasih sayang nyata terwujud melalui kehadiran dan interaksi positif sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *